Sabtu, 30 November 2013

Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah suatu aturan atau cara untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer yang lainnya sehingga membentuk suatu jaringan. Topologi jaringan juga dapat didefinisikan sebagai gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen jaringan, yang meliputi Server, Workstation, Hub, dan pengkabelannya.

jenis-jenis topologi jaringan, diantaranya :
1. Topologi Bus
Pada topologi Bus semua komputer dihubungkan secara langsung pada media transmisi dengan konfigurasi yang disebut Bus. Kebel untuk menghubungkan jaringan ini biasanya menggunakan kebel koaksial. Setiap Server dan Workstation yang disambungkan pada Bus menggunakan konektor T (T-Connector). Pada kedua ujung kabel harus diberi Terminator berupa Resistor yang memiliki resistansi khusus sebesar 50 Ohm yang berwujud sebuah konektor, bila resistansi dibawah maupun diatas 50 Ohm, maka Server tidak akan bisa bekerja secara maksimal dalam melayani jaringan, sehingga akses User atau Client menjadi menurun. Sekarang ini, topologi bus sering digunakan backbone (jalur utama), dengan menggunakan kabel Fiber Optik sebagai media transmisi.

keunggulan :
-Jarak LAN Tidak Terbatas
-Kecepatan pengiriman tinggi
-tidak perlu pengendali pusat
-jumlah perangkat yang terhubung dapat dirubah tanpa mengganggu yang lain
-kemampuan pengembangan tinggi
-dapat diandalkan
-kondusif untuk gedung bertingkat

kelemahan :
-jika tingkat traffic tinggi = macet
-butuh repeater
-operasional jaringan LAN tergantung tiap perangkat

2. Topologi Ring
Untuk membentuk jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan seri satu dengan yang lain dan hubungan ini akan membentuk Loop tertutup. Dalam sistem ini setiap sentral harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan sentral yang berdekatan maupun berjauhan. Dengan demikian topologi ini memiliki kemampuan melakukan Switching ke berbagai arah Workstation. Keuntungan dari topologi jaringan ini antara lain adalah tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana). Topologi ini sering digunakan untuk jaringan yang luas pada satu kota dengan menggunakan media transmisi kabel fiber optik, misalnya untuk menghubungkan beberapa ISP pusat dan cabang dalam satu kota.

keunggulan :
-High Speed
-dapat melayani traffic padat
-tidak perlu host, murah
-dapat melayani berbagai pesan pengirim
-komunikasi antar terminal mudah
-waktu yang diperlukan untuk akses data optimal

kelemahan :
-perubahan perangkat sulit
-kerusakan pada media pengirim dapat menpengaruhi seluruh jaringan
-harus punya kemampuan untuk mendeteksi kesalahan

3. Topologi Star

Pada topologi jenis star ini, setiap komputer langsung dihubungkan menggunakan Hub, dimana fungsi dari Hub ini adalah sebagai pengatur lalu lintas seluruh komputer yang terhubung. Karena menggunakan proses pengiriman dan penerimaan informasi secara langsung inilah yang menyebabkan biaya pemasangannya juga tinggi.

keunggulan :
-dapat diandalkan
-mudah dikembangkan
-keamanan ata tinggi
-mudah akses ke jaringan lain

kelemahan :
-jika traffic padat jaringan lambat
-jaringan sangat bergantung pada perangkat pengendali

4. Topologi Tree
Topologi Tree atau juga disebut sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan susunan yang berbeda. Topologi Tree merupakan pengembangan dari topologi Star. Pada topologi Tree setiap tingkai atau Node akan dihubungakan pada pusat atau konsentrator (Hub atau Switch) yang berada pada awal Trafic rangkaian.

keunggulan :
-kontrol manajemen mudah
-mudah dikembangkan

kelemahan :
-karena data diterima oleh semua perangkat, dibutuhkan mekanisme untuk mengidentifikasi perangkat yang ingin dituju
-diperlukan mekanisme transmisi data

5.Topologi Mesh

Topologi Mesh merupakan topologi yang dibangun dengan memasang Link diantara semua Node. Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh atau Fully-Connected Mesh, yaitu sebuah jaringan dimana setiap Node terhubung langsung ke semua Node yang lain. Jumlah saluran atau Link yang harus disediakan untuk membentuk jaringan topologi Mesh adalah jumlah Node (Station) dikurang 1 (n-1, n = Jumlah Node). Misal, jika semua Node dalam jaringan terdapat 5 Node, maka setiap Node harus me-Link (menyambung) ke 4 Node lainnya.

keunggulan
-respon cepat
-tidak perlu protokol tambahan

kelemahan
-mahal
-kurang praktis

sumber disini dan disini

by -R

0 komentar:

Posting Komentar